oleh

Kasus Bupati Ade Yasin Bisa Merembet ke Proyek Lain, Termasuk Kesehatan

-NEWS-336 views

Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi terus menelisik kasus korupsi yang melibatkan Bupati Bogor Ade Munawaroh Yasin. Hingga kini KPK telah memeriksa lebih dari sepuluh saksi, termasuk Wakil Bupati Bogor Iwan Setiawan yang kini menjabat plt Bupati. Iwan telah diperiksa pada Selasa 14 Juni lalu.

Pada Kamis 23 Juni  kemarin KPK juga memeriksa Rachmat Yasin, kakak Ade Yasin yang kini berada di Lapas Kelas I Sukamiskin, Bandung. KPK menduga Rachmat, yang juga mantan Bupati Bogor tersebut, ikut terlibat dalam pengaturan laporan keuangan Pemerintah Kabupaten Bogor.

KPK menangkap Ade Yasin pada April lalu. Menurut Ketua KPK Firli Bahuri, Ade menjadi tersangka  penyuap auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Barat. Sebelum penangkapan, para auditor mengadakan pertemuan di sebuah hotel di Bogor. KPK  mendapat barang bukti sekitar Rp 1 miliar dari tangan para auditor.

“Pada kegiatan tangkap tangan, tim KPK mengamakan sebanyak 12 orang yang kita lakukan pada hari Selasa (26/4) pukul 00.00 di wilayah Bandung dan Kabupaten Bogor,” kata Firli Bahuri dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (28/4/2022).

Menurut juru bicara KPK penyuapan yang dilakukan Ade Yasin bertujuan agar daerahnya –pengelolaan uang di daerahnya- mendapat predikat “Wajar Tanpa Pengecualian.”

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan delapan tersangka, empat di antaranya  pemberi suap, yakni, selain  Ade Yasin, adalah Sekretaris Dinas Kabupaten Bogor Maulana Adam,  Ihsan Ayatullah, dan Rizki Taufik

Penyuapan ini diduga berkaitan dengan proyek infrastruktur  yang dilakukan di Kabupaten Bogor. Menurut sumber Fokussehat, BPK menemukan ada keganjilan berkaitan dengan anggaran dalam  proyek ini. “Ini juga yang sedang didalami oleh KPK terkait penyuapan itu,” kata sumber Fokussehat.

Sampai kini para penyidik KPK terus menelisik dan mengembangkan kasus penyuapan kepada para auditor KPK. Sumber yang sama menyatakan, sangat terbuka KPK kemudian menyelidiki semua proyek-proyek di luar infrastuktur yang biasanya sangat rawan di korupsi. “Misalnya proyek-proyek kesehatan untuk rumah-rumah sakit,” katanya.

Rumah sakit di Kabupaten Bogor memang telah mendapat proyek bantuan alat kesehatan.  Di Kabupaten Bogor sendiri terdapat dua rumah sakit besar, yakni RSUD Ciawi dan RSUD Cibinong. RS Cibinong misalnya beberapa waktu lalu mendapat fasilitas alat operasi jantung atau cath lab yang bernilai miliaran rupiah.  Sejauh ini alat  tersebut masih dalam persiapan operasional.

Fokussehat sejak pekan lalu telah meminta konfirmasi kepada KPK perihal kemungkinan KPK akan menelisik sejumlah proyek lain, termasuk kesehatan, seperti dikatakan sumber Fokus ini. Atas pertanyaan apakah KPK memang benar akan menelisik sejumlah proyek di Rumah Sakit  Kabupaten Bogor, Pelaksana Tugas Juru Bicara KPK, Ali Fikri, menyatakan pemeriksaan  KPK sampai saat ini  sementara belum beranjak dari suap seputar Laporan Keuangan Pemerintah Daerah.”Sejauh ini masih focus soal LKPD-nya,” katanya pada domainhukum. [sab]

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed